Rabu, 18 Desember 2013

MODUL 1 : JENIS-JENIS DATA DAN VARIABEL

Dalam bahasa Pascal terdapat beberapa jenis tipe data yang bisa digunakan untuk sebuah variable atau konstanta pada program. Tipe data tersebut antara lain
a. Tipe Bilangan Bulat
Tipe bilangan bulat terdiri atas· Shortint : jangkauan nilai dari -128 sampai 127
· Integer : jangkauan nilai dari -32768 sampai 32767
· Longint : jangkauan nilai dari -2147483648 sampai 2147483647
· Byte    : jangkauan nilai dari 0 sampai 255
· Word    : jangkauan nilai dari 0 sampai 65535

b. Tipe bilangan lojik
· Boolean : merupakan tipe data yang berisi nilai dengan kemungkinan hanya berupa False (nilai salah) dan True (nilai benar)

c. Tipe bilangan Riil
Tipe riil adalah tipe yang berkaitan dengan segala jenis bilangan pecahan yang membutuhkan ketelitian dengan adanya nilai di belakang koma. Tipe bilangan riil terdiri dari:
· Real     : jangkauan nilai dari ± 2,9 x 10-39 s/d 1,7x1038
· Single   : jangkauan nilai dari ± 5,0 x 10-45 s/d 3,4 x 1038
· Double   : jangkauan nilai dari ± 5,0 x 10-324 s/d 1,7 x 10308
· Extended : jangkauan nilai dari ± 5,0 x 10-4951 s/d 1,1 x 104932
· Comp    : jangkauan nilai dari ± 263 s/d 263 -1 (-9.2x1018 s/d 9.2 x1018)

d. Tipe karakter
· Char : merupakan tipe yang berisi sebuah karakter

e. Tipe string
· String : merupakan pengembangan dari tipe char. Tipe string dapat berupa sederetan karakter.

Aturan-aturan penamaan variabel dalam bahasa Pascal :
  • Tidak boleh mengandung spasi, simbol atau tanda.
  • Tidak boleh menggunakan kata kunci yang sudah terdapat di dalam bahasa pascal
  • Tidak boleh diawali dengan angka.
---------------------------------------------------------------

OK segitu aja materinya, nanti kalau kepanjangan malah gak dibaca hahahahaha. Sekarang saatnya PRAKTEK. Jadi aku mau buat program Biodata, yang ada di modul praktikum halaman 4.


==================================================================

program Project1;

{$APPTYPE CONSOLE}

uses
  SysUtils;

var
  nama:string;
  umur:string;
  alamat:string;
begin
write('Program Biodata');
writeln;
writeln;
write('By Dewa Gde Ari Wahyudi');
writeln;
writeln;
writeln('=======================');
writeln;
writeln;
Write('Masukkan Nama Anda   : ');   readln(nama);
Write('Masukkan Umur Anda   : ');   readln(umur);
Write('Masukkan Alamat Anda : '); readln(alamat);
Writeln('  ');
writeln('Nama    : ',nama);
writeln('Umur    : ',umur);
Writeln('Alamat  : ',alamat);
readln;
end.


==================================================================

Berikut penampakannya:


Sekian postingannku mengenai jenis-jenis data dan variabel, sampai bertemu di postingan berikutnya

PROGRAM MENGHITUNG KELILING PERSEGI PANJANG

Iseng baca-baca modul praktikum terus nemuin soal no 3 di tugas halaman 5. Soalnya kayak gini "Buatlah program Pascal yang menerima 2 buah masukan bilangan bulat untuk menghitung keliling persegi panjang"

Nah lo, itu tulisan Pascal'nya kok dicoret, ya jelas dong, aku buatnya kan di Delphi. Tapi apapun programnya minumnya kopi (biar gak ngantuk pas coding). Tanpa basa-basi lagi, ini code yang udah aku buat:

========================================================

program Project2;

{$APPTYPE CONSOLE}

uses
  SysUtils;
  var
  p:integer;
  l:integer;
begin
write('Program Menghitung Keliling Persegi Panjang');
writeln;
writeln;
write('by I Dewa Gde Ari Wahyudi');
writeln;
writeln;
writeln('=========================');
writeln;
write('tekan ENTER untuk melanjutkan'); readln;
writeln;
write('Input panjang  = '); readln(p);
writeln;
write('Input lebar    = '); readln(l);
writeln;
write('Keliling       = ',2*p +2*l or 2*(p+l));readln;
end.

========================================================

Ini penampakan hasilnya:


Mudah bukan? Selamat mencoba...

MODUL 4: TEKNIK PERCABANGAN

Selain pernyataan if dengan dua kondisi, suatu pernyataan if dapat mengandung pernyataan if yang lain. Bentuk seperti ini biasa disebut if bersarang. Sebah program mengijinkan blok percabangan if di dalam blok percabangan lainnya, dan tidak membatasi jenis percabangan apa yang boleh berada dalam percabangan lainnya

Pernyataan case merupakan alternatif dari pernyataan if untuk masalah dengan pilihan berganda. pada masalah tertentu, case lebih memberikan kejelasan daripada if, namun perlu diketahui bahwa semua persoalan yang dapat ditangani dengan case bisa ditangani oleh if, tetapi tidak sebaliknya, Case biasanya digunakan untuk memilih diantara lebih dari 2 pilihan. Case digunakan untuk menggantikan struktur if-else-if dimana kondisinya mengacu pada variabel yang sama.

===================================================================
Jadi yang diatas itu adalah dasar teori mengenai Teknik Percabangan. OK lanjut sekarang saatnya praktek. Disini aku merasa tertantang untuk membuat program setelah membaca soal Tugas no 2 halaman 15 di modul praktikum. Soalnya kayak gini:

"Buatlah program penentuan bonus bagi pembeli berdasarkan total pembelian yang dimasukkan. Dimana kriterianya adalah jika total pembelian lebih dari 100.000 maka pembeli mendapatkan diskon 10%. Jika total pembelian kurang dari 100.000 dan lebih dari 50.000 maka pembeli mendapatkan sebuah piring cantik. Jika total pembelian kurang dari 50.000 dan lebih dari 10.000 maka pembeli mendapatakan sebuah gelas cantik. Selanjutnya jika total pembelian kurang dari 10.000 maka pembeli tidak akan mendapatkan bonus".

Sudahkah anda terbayang pemirsa???? hehehehe,, 
Langsung aja deh, ini code yang udah aku buat:


program Project2;

{$APPTYPE CONSOLE}

uses
  SysUtils;

var a: integer;

begin
  write('PROGRAM PENENTUAN BONUS');
  writeln;
  writeln;
  write('By: Dewa Gde Ari Wahyudi');
  writeln;
  writeln;
  write('========================');
  writeln;
  writeln;
  write('Tekan ENTER untuk melanjutkan');  readln;
  writeln;
  write('Masukkan Total Harga Pembelian: '); readln(a);
  if a >= 100000 then
  begin
  Writeln;
  write('Anda Mendapatkan Diskon 10%')
  end
  else if (a <= 100000)and (a >= 50000)
  then
  begin
  writeln;
  write('Anda Mendapatkan Sebuah Piring Cantik')
  end
  else if (a >= 10000) and (a <=50000)
  then
  begin
  writeln;
  write('Anda Mendapatkan Sebuah Gelas Cantik')
  end
  else
  begin
  writeln;
  write('Anda Tidak Mendapatkan Bonus');
end;
readln;
end.


Ini penampakannya pemirsahhhh...

Kalau mau contoh program yang menggunakan teknik percabangan lainnya bisa dilihat disini

PROGRAM MENENTUKAN NILAI

Ini tugas praktikum tanggal 5 Desember 2013, jadi kita disuruh buat program untuk menentukan nilai apa yang didapat oleh user. Program ini menggunakan teknik percabangan. Langsung aja disimak kodenya

program Project1;

{$APPTYPE CONSOLE}

uses
  SysUtils;

VAR NA:INTEGER;
begin
  { TODO -oUser -cConsole Main : Insert code here }
write('PROGRAM MENENTUKAN NILAI');
writeln;
writeln;
write('By Dewa Gde Ari Wahyudi');
writeln;
writeln;
write('=======================');
writeln;
writeln;
write('Masukkan Nilai Anda: '); readln(na);
writeln;
case na of
85 .. 100 : writeln('anda mendapat nilai A');
75 .. 84  : writeln('anda mendapat nilai B');
65 .. 74  : writeln('anda mendapat nilai C');
55 .. 64  : writeln('anda mendapat nilai D');
0 .. 54   : writeln('anda mendapat nilai E');
else
writeln('Nilai Yang Anda Masukkan Tidak Valid');
end;
readln;

end.

Ini penampakan setelah dijalankan:


Selamat mencoba, semoga berhasil, kalau tinggal dicopy-paste harusnya sih berhasil hehehe,

Selasa, 17 Desember 2013

Kesan-Kesan Selama Mengikuti Mata Kuliah Algoritma & Pemrograman



Setiap kegiatan, apapun itu, pasti menimbulkan kesan bagi orang yang menjalaninya. Termasuk saat aku belajar pemrograman. Jadi ini kesan-kesan'ku selama belajar pemrograman:
  1. Menyenangkan, terutama saat berhasil compile code, dan program yang kita ketik berhasil dijalankan
  2. Menegangkan, saat sudah selesai ngetik program dan mau ngompile, itu ada sedikit perasaan tegang, antara mau, tidak, mau, tidak, mau, tidak. Kalau mau ya berarti kembali ke point  no 1, kalau gak mau next ke point no 3.
  3. Kecewa, ketika program yang udah selesai diketik, lalu dicompile ternyata error, pasti ada rasa kecewa, apalagi programnya panjang, lalu kita mesti mencari dimana letak kesalahan program yang kita buat, pas udah diperbaikan masih tetap error, gimana gak kecewa?
Selengkapanya bisa dibaca di postinganku sebelumnya "Curahan Hati Seorang Mahasiswa Semester 1 Jurusan Design Grafis"


Curahan Hati Seorang Mahasiswa Semester 1 Jurusan Design Grafis

Namaku I Dewa Gde Ari Wahyudi, teman-teman di kampus biasa manggil aku Yudik atau Dewa. Aku mahasiswa semester 1 di STIKI Indonesia jurusan Design Grafis (TI-DGM). Ini bisa dibilang ceritaku mengenai mata kuliah Algoritma dan Pemrograman. Pertama kali mengikuti mata kuliah Algoritma dan Pemrograman, aku masih ingat, Pak Dody nanya ke mahasiswa-mahasiswa yang ada di kelas "Apa yang ada di pikiran kalian tentang Algoritma?"

Aku yang waktu itu duduk di depan dengan penuh percaya diri menjawab "Matematika Pak". Semula aku pikir Algoritma itu sama dengan Logaritma, makanya aku berani jawab pertanyaan beliau tersebut. Eh ternyata Algoritma dan Logaritma itu beda, sekilas emang sama, iya hampir sama pengucapannya. Tapi Pak Dody gak nyalahin sih mengenai jawabanku itu. karena emang Algoritma agak sedikit nyerempet ke matematika.

Back to the topic, ini mengenai "Curahan Hati Seorang Mahasiswa Semester 1 Jurusan Design Grafis". Sebenarnya aku masih bingung, kenapa aku bisa dapat mata kuliah Algoritma dan Pemrograman, secara gitu, aku kan jurusan Design Grafis, mestinya mata kuliah yang aku dapat ya kayak Design Komunikasi Visual, Videografi, Animasi lah,  nah ini aku malah dapat mata kuliah pemrograman, itu bukannya mata kuliah anak Manajemen???. Nah untungnya aku dapat pencerahan dari kakak kelas, kalau semester 1 sampai semester sekian masih mengikuti kuliah umum, setelah itu baru mata kuliahnya mengarah ke jurusan. Hmmm jadi begitu, oke berarti mau tidak mau harus dijalanin. Eiitttss, kenapa rasanya agak sedikit terpaksa gitu ngejalaninnya. Ya wajar lah, dulu pas di SMK aku ngambil jurusan Multimedia, gak ada tuh yang namanya pemrograman, itu mah makanan sehari-hari anak-anak Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Jadi pemrograman itu benar-benar dunia yang baru bagiku, masih asing, aku benar-benar buta saat itu, belum terbayang apa-apa. Tapi aku langsung berpikir, aku gak mungkin sendirian, pasti ada juga yang merasakan situasi yang sama seperti apa yang sedang aku alami. Jadi aku optimis untuk menghadapai mata kuliah algoritma dan pemrograman.

Nah terus pas pertemuan kedua atau ketiga. Pak Dody menjelaskan tentang flowchart. setelah memberikan penjelasan dan beberapa contoh, beliau ngasi chalange ke mahasiswa, 2 orang yang berhasil membuat flowchart dengan benar dapat nilai keaktifan dan boleh langsung pulang. Oeeeee,, beberapa mahasiswa langsung beresemangat, entah itu karena pengen dapat nilai atau malah pengen pulang, atau kedua-duanya. Entahlah, yang jelas aku langsung buat flowchart dan berharap flowchart yang aku buat itu benar. Pas aku lagi buat malah sudah ada beberapa mahasiswa yang maju ke depan menunjukkan hasil flowchartnya ke Pak Dody, dalam hati ku berkata, woooow hebat benar logikanya, ok abaikan, sambil terus membuat flowchart sesekali aku melihat mahasiswa yang memperlihatkan flowchartnya ke Pak Dody, namun beberapa saat kemudian kembali ke tempat duduknya karena kurang tepat. OK Finish, tiba saatnya aku menunjukan flowchartku ke Pak Dody, percobaan pertama gagal, aku belum menyelesaikan flowchartku sampai tuntas. dan di percobaan kedua flowchart yang aku buat benar, dan berhasil mendapatkan tanda tangan Pak Dody. Oh yeaaahhh,, bagiku ini bukan sekedar tanda tangan, ini ibaratkan penyemangat bagiku untuk terus mempelajari Algoritma dan Pemrograman.

Lanjut ke praktikum pertama. Pak Dody menambah kesan horror dalam belajar pemrograman, dengan membuat aturan seperti ini "Setiap selesai praktikum saya akan memberi kalian tugas untuk dikerjakan di rumah dan dikumpul saat pertemuan praktikum selanjutnya, bagi yang tidak mengumpulkan tugas saya tidak akan memberikin izin untuk mengikuti praktikum". Gimana? lumayan horror kan?. Jadi mau tidak mau ya tiap ada tugas harus dikerjain biar bisa mengikuti praktikum. Sebenarnya maksud dan tujuan beliau dengan memberikan sanksi tegas bagi yang gak ngumpulin tugas itu baik loh, kita itu diminta untuk serius dan gak main-main dalam belajar pemrograman, karena belajar pemrograman emang membutuhkan keseriusan dan latihan berulang-ulang kali, makanya sebelum mengakhiri praktikum Pak Dody pasti selalu memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah.

Mengenai tugas-tugas yang sering dikasi sama Pak Dody, baik itu saat teori maupun praktek, aku anggap saja Tugas = Masalah, dan Kuliah = Hidup, Pepatah kan mengatakan gak ada manusia yang hidup tanpa masalah, jadi ya sama saja dengan gak ada mahasiswa yang kuliah tanpa tugas. Dan bagiku tugas itu penting, apalagi kalau tugasnya agak sedikit susah, itu menjadi tantangan tersendiri. Dari kampus pun aku sudah berpikir, "Ah entar sampai rumah, makan dulu, nyalain komputer, buka pascal/delphi, coding". Bahkan, sering juga aku berkomitmen pada diri sendiri "Pokoknya kalo gak berhasil compile code ini aku gak bakalan tidur". Hmmmm,, untungnya waktu itu berhasil, jadi aku bisa tidur nyenyak, besoknya tinggal salin codenya ke Word, printscreen programnya, terus dicetak menggunakan kertas A4, lalu pas praktikum setor ke Pak Dody. Oh yeaahhh kini yang aku rasakan adalah belajar programming itu sangat menyenangkan.

Ini ceritaku tentang belajar pemrograman, bagaiama ceritamu???

Minggu, 15 Desember 2013

Dari Pascal Ke Delphi




Cerita ini bermula dari keluhan beberapa mahasiswa (termasuk aku) yang gak bisa buat tugas praktikum/teori, alasannya karena program pascalnya gak bisa dibuka di laptop. Mengapa, ini penyebabnya:




Ohhh,, jadi Turbo Pascal gak support sama sistem operasi 64-bit. Terus gimana dong? programnnya aja gak bisa dibuka gimana mau buat tugas? solusinya??
Kalau menurutku ada solusi untuk menghadapai permasalah diatas:
  1. Gak buat tugas (not recommended)
  2. Nitip tugas sama teman ( recommended, tapi gak boleh keseringan)
  3. Install ulang ke sistem operasi 32-bit (not recommended)
  4. Install Dosbox (recommended)
  5. Beralih ke Delphi (recommended banget)
Ok yang akan aku bahas sekarang adalah dari point 3 sampai point 4, sisanya abaikan (mahasiswa pasti udah ngerti)

Install Ulang Ke Sistem-32 bit
Jadi disini aku gak nyaranin buat yang udah punya laptop dengan OS 64-bit supaya laptopnya diinstall ulang ke OS 32-bit. Kenapa? Ini menurutku loh, agak gimana gitu, udah punya OS 64-bit trus diinstall ulang ke OS 32-bit , cuma agar bisa nginstall program Pascal. Pffffttttttt, sangat disayangkan sekali, terutama yang punya RAM gede, gak bisa dibaca semuanya. Selain itu kalau install ulang kan ribet, perlu backup data lah, nginstall program mulai dari awal lagi. Pokoknnya ribet, makanya aku gak rekomendasikan.

Install Dosbox
Ada yang udah tahu Dosbox itu apa? Ahh entahlah yang jelas biar bisa nginstall Pacal di OS 64-bit harus pake Dosbox. Buat yang belum punya sedot dulu deh disini. Kalau sudah langsung install. Nah Dosbox dah punya, supaya bisa nginstall pascal ya harus punya pascal juga dong. Caranya?
  • Minta sama teman 
  • Copy di LAB B pas praktikum hari kamis
  • Download disini
Nah anggap semua bahan udah complete, langkah-langkahnya sebagai berikut
  1. Extrac pascal.zip ke C , jadi di driver C ada folder namanya pascal:



2. Abis nginstall Dosbox tadi kan ada tuh shortcutnya di desktop, nah shortcutnya itu diklik kanan pilih properti. Lalu muncul tab shortcut. dibawahnya kan ada target. itu yang akan kita ganti supaya pas buka Dosbox langsung mengarah ke pascal. Jadi di kolom target hapus aja semuanya terus diganti pake ini:
"C:\Program Files (x86)\DOSBox-0.74\DOSBox.exe" "C:\PASCAL\TURBO.EXE"

Nanti jadinya kayak gini:

3. Kalau sudah ya tinggal klik OK aja.
4. Ini penampakan pascal yang dibuka lewat Dosbox, 


Gampang kan, cara ini diajarin sama temanku pas lagi di kampus. Sebut saja namanya Wid. Dan setelah aku coba di komputerku di rumah ternyata berhasil hahaaaaay..

Install Delphi
Nah ini yang paling aku rekomandasikan, karena sampai sekarang kalau Pak Dody ngasi tugas ya aku pake Delphi. Jadi Delphi itu bisa diinstall di 32 or 64 bit. Nah yang jadi pertanyaan adalah, emang pascal dengan delphi sama? Sama dong tapi mungkin ada bedanya dikit. Kalau diibaratkan, pascal itu kakaknya delphi, atau delphi itu adiknya pascal. Karena pascal dan delphi sama-sama dibuat oleh perusahan Borland. Nah terus dapetin delphinya dimana? Ya sama aja kayak mau punya pascal hehehe: 
  • Minta sama teman 
  • Copy di LAB B pas praktikum hari kamis
  • Download
Loh, kenapa point no 2 dicoret? Jadi Delphi itu perlu diinstall di komputer, gak kayak pascal yang tinggal copy-paste aja, entah di LAB B ada atau tidaknya installer Delphi 7 aku gak tau, kayaknya sih gak ada hehe. Kalau mau download searching aja lah di google, aku lupa dimana dulu download Delphi 7 haha

Demikian cerita kepindahanku dari Pascal ke Delphi. Kesimpulannya Pascal sama Delphi hampir sama, cuma karena aku lebih nyaman pake Delphi, makanya itu yang aku gunakan sampai sekarang. Semoga bermanfaat dan bisa membuat tugas praktikum lagi.